Sinergi Penyuluh Perkuat Swasembada Pangan 2026
Ambon, 9 Januari 2026 – Dalam upaya memperkuat peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, telah dilaksanakan koordinasi antara Penyuluh BRMP Maluku dan Penyuluh Pusluhtan di AOR Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku pada Jumat (9/1). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan strategi dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2026.
Koordinasi tersebut memfokuskan pembahasan pada peningkatan kinerja penyuluh BRMP Maluku dan penyuluh Pusluhtan agar lebih adaptif, responsif, dan berorientasi hasil. Penyuluh didorong untuk berperan aktif dalam percepatan program prioritas, khususnya melalui pendampingan intensif kepada petani dalam mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT).
Selain itu, strategi pencapaian swasembada pangan tahun 2026 menjadi topik utama diskusi. Upaya peningkatan produksi padi dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan dan pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT), terutama di wilayah sentra produksi seperti Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, dan Kabupaten Buru, yang memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan daerah.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya Sistem Informasi Standing Crop (SISCROP) sebagai dasar perencanaan pertanian. Penyuluh diharapkan melakukan validasi dan crosscheck data Siscrop langsung di lapangan agar data yang dilaporkan akurat dan sesuai kondisi nyata. Selain itu, pemerataan distribusi penyuluh hingga ke setiap desa dinilai krusial untuk memastikan pendampingan berjalan optimal dan berkelanjutan demi terwujudnya swasembada pangan di Maluku.