Kolaborasi Dorong Percepatan Tanam Padi dan Hilirisasi Perkebunan
Pemerintah Provinsi Maluku kembali menorehkan capaian membanggakan di sektor pertanian. Hingga 23 Februari, realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi sawah dan padi gogo telah mencapai 104,8 persen dari target yang ditetapkan. Keberhasilan ini dikemukakan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku, Gunawan, bersama Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon, Kardiyono, para penyuluh Pusluhtan, serta Penanggung Jawab LTT kabupaten/kota pegawai BBRMP Maluku.
Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan tanam, mulai dari identifikasi permasalahan di lapangan hingga solusi konkret untuk mengatasinya. Penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi fokus utama, termasuk upaya memperkuat sistem pemasaran gabah agar petani dapat menjual hasil panennya sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Gunawan menegaskan bahwa kunci keberhasilan LTT terletak pada kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong sinergi yang lebih erat dengan Perum Bulog, Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Perhutanan Sosial (BPS), perusahaan pupuk, serta berbagai stakeholder terkait lainnya. Selain itu, ia meminta setiap kabupaten/kota segera menuntaskan proses Calon Petani Calon Lahan (CPCL) agar kebutuhan benih dapat segera direalisasikan kepada petani secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kardiyono menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh pertanian daerah yang kini ditarik ke Kementerian Pertanian. Menurutnya, penguatan kapabilitas penyuluh akan berdampak langsung pada peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas di tingkat petani. Penyuluh diharapkan mampu menjadi motor penggerak percepatan tanam sekaligus penghubung antara kebijakan pusat dan implementasi di lapangan.
Tak hanya fokus pada padi, pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen untuk mendampingi hilirisasi komoditas unggulan Maluku seperti kelapa, kakao, sagu dan pala. Dengan strategi terpadu dari hulu hingga hilir, Pemerintah Provinsi Maluku optimistis sektor pertanian akan semakin tangguh, produktif, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani serta perekonomian daerah.