BRMP Maluku Ikut Dukung Groundbreaking Proyek Hilirisasi Kelapa dan Pala di Provinsi Maluku
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri acara groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II untuk komoditas kelapa dan pala yang berlangsung di Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Plt. Kepala BRMP Maluku Gunawan, perwakilan BBPPTP Ambon, unsur Forkopimda Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah, hingga jajaran manajemen PT Perkebunan Nusantara I Regional 8. Kehadiran kelompok tani, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta para raja se-Kecamatan Teluk Elpaputih menambah semarak dan makna strategis acara tersebut.
Proyek ini menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi ekonomi Maluku, khususnya dalam sektor perkebunan. Selama ini, Maluku dikenal sebagai daerah penghasil komoditas unggulan seperti kelapa dan pala, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa nilai tambah yang optimal. Melalui hilirisasi, pemerintah berharap dapat mengubah pola tersebut dengan menghadirkan industri pengolahan yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menegaskan pentingnya proyek ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap pembangunan pabrik hilirisasi oleh PTPN dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Menurutnya, hilirisasi bukan hanya tentang pengolahan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Lebih jauh, proyek ini diharapkan menjadi contoh sukses pengembangan industri berbasis komoditas lokal di Indonesia Timur. Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat, Maluku memiliki peluang besar untuk keluar dari ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Groundbreaking ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perubahan besar menuju kemandirian ekonomi dan kemakmuran yang lebih merata bagi masyarakat Maluku.