Panen Sekaligus Evaluasi PM-AAS di Seram Bagian Barat
Seram Bagian Barat, 2 November 2026 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku melaksanakan kegiatan Panen Padi Model Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) sekaligus evaluasi pelaksanaan program di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat capaian produktivitas sekaligus menghimpun masukan bagi penyempurnaan penerapan teknologi pertanian modern di Maluku.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala BRMP Maluku, Kepala Balai Besar Perkebunan dan Proteksi Tanaman selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Seram Bagian Barat, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Barat, perwakilan BPS Kabupaten Seram Bagian Barat, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas III Kairatu, jajaran BPP Kairatu, POPT, PBT, serta perwakilan Gapoktan dan petani.
Padi yang dipanen merupakan varietas Cakrabuana dengan hasil pengukuran ubinan oleh BPS mencapai 7,71 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP). Meskipun belum mencapai target produktivitas 10 ton per hektare, capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan rata-rata produktivitas padi di Provinsi Maluku yang berada pada kisaran 4,9 ton/ha.
Capaian ini menunjukkan potensi penerapan PM-AAS dalam mendorong peningkatan produktivitas padi melalui pendekatan budidaya modern. Namun, pelaksanaan kegiatan juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama fenomena El Nino yang berdampak pada ketersediaan air sejak proses pengolahan lahan hingga panen. Upaya mitigasi dilakukan melalui pompanisasi dengan memanfaatkan sumur dangkal untuk mendukung kebutuhan pengairan tanaman.
Selain faktor iklim, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti burung, wereng, dan penyakit hawar daun bakteri, turut menjadi tantangan selama musim tanam. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi penting dalam upaya meningkatkan efektivitas penerapan teknologi budidaya pada musim tanam berikutnya.
Dalam sesi evaluasi, para pemangku kepentingan menyampaikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan pelaksanaan PM-AAS. Di antaranya adalah perbaikan dan penyempurnaan alat tanam agar lebih sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani, serta penguatan dukungan sarana produksi, khususnya ketersediaan pupuk organik dan dolomit sebagai komponen pendukung peningkatan kualitas tanah dan produktivitas tanaman.
Pemilihan varietas juga menjadi perhatian dalam penyempurnaan PM-AAS. Varietas Mekongga dan IR 64 dapat dipertimbangkan untuk pengembangan pada musim tanam berikutnya, mengingat keduanya memiliki potensi produktivitas tinggi, sesuai dengan agroekosistem setempat, serta sejak lama ditanam petani. Penggunaan varietas yang adaptif dan sesuai preferensi petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus mendorong keberlanjutan penerapan teknologi pertanian modern.
Melalui kegiatan panen dan evaluasi ini, BRMP Maluku bersama pemerintah daerah, BPS, penyuluh, dan petani berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam pengembangan pertanian modern. Hasil dan berbagai masukan yang diperoleh diharapkan menjadi dasar penyempurnaan PM-AAS agar semakin adaptif terhadap kondisi agroekosistem Maluku, meningkatkan produktivitas padi, serta mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan.