Musim Hujan 2026/2027 Diprakirakan Bertahap, BRMP Maluku Siap Beradaptasi
Kamis, 8 Oktober 2026, Penyuluh Pertanian BRMP Maluku, Irfan Ohorella, menghadiri Press Release Informasi Prakiraan Musim Hujan (PMH) 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Stasiun Geofisika Kelas I Ambon di Kantor Gubernur Maluku. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi mengenai perkembangan intensitas dan pola curah hujan serta prakiraan awal musim hujan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan lintas sektor. Kegiatan diikuti secara luring dan daring oleh berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Maluku.
Berdasarkan paparan Kamari dari Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon mengenai kondisi cuaca Maluku, curah hujan di Pulau Ambon sejak April 2026 menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dan berada pada titik terendah dalam lima tahun terakhir hingga Oktober 2026. Sementara itu, awal musim hujan 2026 diprakirakan terjadi pada November di 6 ZOM, meliputi Kabupaten Buru, Kepulauan Aru, dan Maluku Barat Daya, serta Desember di 10 ZOM, yang mencakup Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Kota Tual, Kepulauan Aru, dan Kepulauan Tanimbar. Awal musim hujan juga diprakirakan terjadi pada Januari 2027 di 1 ZOM Kabupaten Seram Bagian Barat dan Maret 2027 di 2 ZOM, yakni Kota Ambon dan Maluku Tengah.
Puncak musim hujan diprakirakan berlangsung secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Agustus 2027. Namun, prakiraan tersebut memiliki potensi pergeseran waktu hingga sekitar satu bulan sehingga perlu terus dipantau melalui informasi cuaca dan iklim terkini. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi sektor pertanian, khususnya dalam menentukan waktu tanam, pemilihan komoditas, serta pengelolaan sumber daya air agar kegiatan pertanian dapat menyesuaikan dengan kondisi iklim yang berkembang.
Mengantisipasi kondisi tersebut, beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain menyesuaikan jadwal tanam, memilih tanaman berumur pendek, serta meningkatkan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Pada sektor sumber daya air, masyarakat didorong memanfaatkan air hujan dan meningkatkan kapasitas tampungan air di tingkat rumah tangga. Sementara itu, kesiapsiagaan terhadap kualitas udara, pemberantasan sarang nyamuk, serta kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadapi dinamika cuaca dan iklim di Maluku.