Monitoring Fase Generatif Demplot PM-AAS di Waimital, Seram Bagian Barat
Pada 15 Oktober 2026, BRMP Maluku melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman padi pada demplot Program Modernisasi Pertanian (PM-AAS) di Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat. Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman padi varietas Cakrabuana telah memasuki umur 86 hari setelah tanam (HST) dengan kondisi pertumbuhan secara umum tergolong baik.
Saat ini, tanaman telah memasuki fase generatif, khususnya tahap pengisian bulir, yang ditandai dengan proses translokasi hasil fotosintesis dari bagian vegetatif menuju bulir untuk mendukung pengisian dan pembentukan bulir yang bernas. Pada fase ini, ketersediaan air dan kecukupan unsur hara menjadi faktor penting dalam mendukung pengisian gabah secara optimal.
Tantangan utama yang dihadapi di lokasi demplot adalah terbatasnya ketersediaan air irigasi, dengan jadwal pergiliran air setiap 22 hari sekali. Untuk menjaga kebutuhan air tanaman, dilakukan upaya pemenuhan air melalui pompanisasi dari sumur dangkal. Selain itu, serangan hama burung mulai teridentifikasi dan berpotensi mengganggu hasil produksi. Sebagai langkah pengendalian, telah dipasang dua unit alat pengusir burung bertenaga surya (solar bird repellent) untuk membantu menekan intensitas serangan.
Sebagai tindak lanjut, direncanakan aplikasi unsur silika untuk meningkatkan kekuatan dan ketegakan batang tanaman sehingga mengurangi risiko kerebahan, sekaligus mendukung ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan. Upaya ini diharapkan dapat menunjang proses pengisian gabah dan meminimalkan potensi terbentuknya gabah hampa, dengan tetap memperhatikan kecukupan air dan unsur hara selama fase generatif.