Optimalisasi Pembibitan Kakao dan Kelapa melalui Kegiatan Monitoring dan Evaluasi oleh BRMP Maluku
Makariki, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pembibitan tanaman kakao dan kelapa di Kabupaten Maluku Tengah sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas bibit serta pengembangan komoditas perkebunan yang berkelanjutan pada tanggal 22 – 24 Oktober 2026 di CV Ganuel Jambhala dan CV Rumah Kakao).
Kegiatan ini dilakukan oleh tim BRMP Maluku yang terdiri atas Jacob. M. Ayal, Jeanne Patty), CWS Provinsi Maluku Apriadi Utama Putra bersama Plt Kabid Perkebunan A.D. Lekatompessy dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan pembibitan, mengevaluasi kondisi pertumbuhan bibit, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pembibitan. Pemantauan dilakukan terhadap tahapan kegiatan pembibitan, mulai dari kondisi persemaian, pemeliharaan bibit, penyiraman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga kesiapan bibit untuk ditanam di lapangan.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim melakukan pengamatan secara langsung terhadap kondisi persemaian, pertumbuhan dan kesehatan bibit, media tanam, penyiraman, pemupukan, serta pemeliharaan tanaman. Selain itu, dilakukan identifikasi terhadap kendala yang dihadapi dalam proses pembibitan dan pengumpulan informasi sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kegiatan selanjutnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, secara umum kondisi pertumbuhan bibit kakao dan Kelapa milik CV Ganuel Jambhala tergolong baik. Bibit tampak sehat, pertumbuhan batang dan daun berkembang dengan baik, serta pemeliharaan dilakukan secara optimal. Selain itu, kondisi media tanam dan lingkungan pembibitan dinilai cukup mendukung pertumbuhan bibit kakao dan Kelapa yang siap untuk disalurkan. Sementara untuk CV Rumah Kakao ada terdapat beberapa kendala dalam pemeliharaan tanaman dan pengendalian OPT tetapi sudah dilakukan saran perbaikan untuk tindak lanjut.
Optimalisasi pembibitan kakao dan kelapa diharapkan dapat mendukung penyediaan bibit yang sehat, bermutu, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Ketersediaan bibit berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan perkebunan, peningkatan produktivitas tanaman, serta keberlanjutan usaha perkebunan masyarakat di Maluku. Melalui monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, BRMP Maluku bersama Tim berkomitmen untuk mendukung penerapan teknologi pertanian yang tepat guna serta mendorong pengembangan komoditas kakao dan kelapa yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Provinsi Maluku.