Tinjau Kondisi Sumber Air, Sumur Bor Jadi Harapan Pertanian dan Peternakan di Kab. MBD
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku melalui Penanggung Jawab Swasembada Pangan Wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya melakukan peninjauan kondisi sumber air untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, pada 1 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kepala Desa Tounwawan, Lumuster, serta penyuluh pertanian Zet Leicerewy, Selfesina Maahury, dan Julia Fatworat. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan infrastruktur pendukung dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan ketersediaan air, khususnya pada musim kemarau.
Kepala Desa Tounwawan, Lumuster, menjelaskan bahwa wilayah Moa Timur dan Moa Tengah saat ini memperoleh program pembangunan delapan titik sumur bor yang sedang dalam tahap pengerjaan. Kehadiran sumur bor tersebut diharapkan mampu menyediakan air untuk mengairi lahan pertanian sekaligus menjadi sumber air bagi ternak. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan embung sebagai cadangan air untuk kebutuhan minum dan pemandian ternak, serta untuk penyiraman tanaman sehingga aktivitas pertanian dan peternakan tetap dapat berjalan meskipun pasokan air terbatas.
Menurut Lumuster, setelah pembangunan sumur bor selesai, kawasan di sekitar titik sumur akan dimanfaatkan secara produktif dengan penanaman berbagai komoditas hortikultura seperti sayuran serta tanaman padi. Langkah ini diyakini akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang tersedia, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus menjadi strategi nyata dalam mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Maluku Barat Daya. Dengan dukungan infrastruktur air yang memadai, diharapkan petani dapat meningkatkan hasil produksi dan memperkuat kemandirian pangan daerah secara berkelanjutan.