Penyuluh Pertanian Maluku Perkuat Kolaborasi
Penyuluh Pertanian Maluku Perkuat Kolaborasi
Ambon – Penyuluh Pertanian Provinsi Maluku menggelar kegiatan Koordinasi dan Konsolidasi Penyuluh Pertanian pada Kamis (16/7/2026) di Aula Gandaria BRMP Maluku. Kegiatan ini dihadiri Kepala BRMP Maluku Gunawan, Penyuluh Pusat LO Provinsi Maluku Mugi Lestari, Kelsi Provinsi Maluku, 11 Ketua Tim Kerja (Katimker) kabupaten/kota, serta para penyuluh pertanian yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring (60 peserta). Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah dalam mendukung pembangunan pertanian di Provinsi Maluku.
Koordinasi dan konsolidasi ini bertujuan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian di lapangan, membahas solusi penanganan secara terpadu bersama para pemangku kepentingan, serta meningkatkan sinergi antarpenyuluh. Melalui forum ini juga diharapkan tercapai kesepakatan tindak lanjut yang mampu meningkatkan kinerja penyuluh, mendukung kesejahteraan mereka, dan memperkuat keberhasilan pelaksanaan program-program pembangunan pertanian di Maluku.
Dalam arahannya, Plt. Kepala BRMP Maluku menegaskan bahwa meskipun status penyuluh pertanian telah dialihkan ke pemerintah pusat, kolaborasi dengan pemerintah daerah harus tetap berjalan dengan baik. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam memastikan berbagai program strategis Kementerian Pertanian dapat terlaksana secara optimal hingga ke tingkat lapangan.
Kemudian, Mugi Lestari menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian berkomitmen mengatasi kekurangan tenaga penyuluh pertanian dengan membuka formasi CPNS dan PPPK pada tahun ini. Selain itu, pada tahun mendatang akan dilakukan rotasi wilayah binaan guna memenuhi kebutuhan penyuluh di daerah yang masih kekurangan tenaga.
Melalui koordinasi dan konsolidasi ini, diharapkan peran penyuluh semakin optimal dalam mendukung percepatan program strategis Kementerian Pertanian sekaligus mewujudkan pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di Maluku.