Monitoring LTT Perkuat Swasembada Pangan di Buru
Dalam upaya mendukung percepatan swasembada pangan, Penyuluh BRMP Maluku Irfan Ohorella bersama Penyuluh CWS Mochlis Ramodany Pelupessy melaksanakan monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) dan lokasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) penanaman padi gogo di wilayah pesisir Kabupaten Buru pada 25–28 Juni 2026. Hasil monitoring menunjukkan potensi pengembangan padi gogo di kawasan pesisir mencapai sekitar 100 hektare. Sebagian besar lahan telah selesai diolah dan siap ditanami, namun pelaksanaan tanam masih menunggu ketersediaan benih yang harus disesuaikan dengan musim tanam. Di Desa Waeperang, petani telah menyiapkan benih padi gogo secara swadaya sebanyak 280 kilogram, sementara di Desa Waplau ditemukan keberhasilan panen padi gogo seluas 0,25 hektare pada Maret 2026 yang belum tercatat dalam laporan. Petani juga masih mempertahankan benih lokal varietas Folantelomiha atau beras merah sebagai salah satu komoditas unggulan.
Selain memantau perkembangan tanam, tim juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang masih dihadapi petani. Kerusakan jaringan irigasi yang mengairi Desa Debowae dan Parbulu menjadi persoalan utama, meskipun masyarakat telah bergotong royong memperbaiki saluran primer secara swadaya dengan biaya sekitar Rp21 juta. Di sisi lain, petani di Kecamatan Wailata dan Lolong Guba mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada aktivitas usaha tani. Keluhan juga disampaikan terkait penyerapan gabah oleh Bulog yang dinilai belum sesuai dengan harga pembelian pemerintah. Petani berharap adanya dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), percepatan penyaluran benih cabai untuk kawasan aneka cabai, serta pemerataan distribusi penyuluh pertanian di sentra produksi padi.
Monitoring juga mencatat bahwa bantuan benih padi pemerintah untuk Kabupaten Buru berupa varietas Inpari 42 kelas Benih SS (label biru) telah diterima dan dijadwalkan mulai ditanam pada 1 Juli 2026. Sementara itu, target LTT padi reguler pada Juli 2026 masih menyisakan 16 hektare di Desa Debowae. Dalam waktu dekat, Tim SID Universitas Pattimura juga akan melakukan survei lokasi untuk mendukung kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH). Melalui monitoring ini diharapkan berbagai kebutuhan petani, mulai dari penyediaan benih, perbaikan infrastruktur irigasi, dukungan alsintan, hingga kelancaran distribusi BBM, dapat segera ditindaklanjuti sehingga pengembangan padi gogo dan peningkatan produksi pangan di Kabupaten Buru dapat berjalan optimal.