BRMP Maluku Tinjau Bendungan dan Irigasi Tersier di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten SBT
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku melalui Raihan dan Paulus Kakihary melakukan pengecekan langsung di Bendungan Waimatakabo, Kecamatan Bula Barat, untuk melihat kondisi ketersediaan air yang menjadi sumber irigasi utama bagi lahan pertanian masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan debit air bendungan mengalami penurunan drastis akibat musim kemarau yang tengah berlangsung, sehingga berdampak pada Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Desa Waimatakabo, Waisamet, dan Waiketam Baru.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena ketersediaan air merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan budidaya padi. Dalam kegiatan tersebut, tim BRMP Maluku turut didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Iwan Rumarubun dan Tamiran, serta petani Jailani dan Muhammad yang juga berperan sebagai penjaga bendungan. Bersama-sama mereka melakukan identifikasi lapangan guna mencari solusi terbaik agar pasokan air bagi petani tetap terjaga selama musim kemarau.
Sebagai langkah antisipasi, BRMP Maluku, PPL, dan petani menyimpulkan pemecahan masalah melalui pengalihan sumber air baru melalui pemanfaatan embung sebagai alternatif penyediaan air irigasi. Upaya ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan debit air yang saat ini terjadi, sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan tanam padi di wilayah terdampak. Dengan adanya sumber air tambahan, petani diharapkan dapat mempertahankan produktivitas lahan dan mendukung peningkatan produksi pangan daerah.
Selain meninjau kondisi bendungan, BRMP Maluku juga melakukan pengecekan terhadap perbaikan saluran irigasi tersier di Desa Waimatakabo dan Desa Waisamet. Saat ini pekerjaan perbaikan saluran irigasi sedang berlangsung dengan target penyelesaian selama 90 hari. Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran distribusi air ke areal persawahan, sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi secara lebih optimal dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, sektor pertanian di Kecamatan Bula Barat diharapkan semakin kuat menghadapi tantangan musim kemarau.