BRMP Maluku Pantau Pembibitan Kakao di Maluku Tengah
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku yang diwakili oleh Raihan dan Paulus Kakihary melakukan monitoring dan diskusi lapangan terkait kegiatan pembibitan kakao bersama CV Ganuel Jambala Wijaya yang diwakili oleh Rizki dan Adinda. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Siatele, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Maluku Tengah, sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan pengembangan komoditas kakao di wilayah Maluku. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan pembibitan berjalan sesuai rencana sehingga target penyediaan bibit unggul dapat tercapai tepat waktu.
Pada lokasi pembibitan seluas 4 hektare tersebut, direncanakan akan diproduksi sebanyak 1 juta bibit kakao yang nantinya digunakan untuk mendukung penanaman pada lahan tersebar di Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Hal ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong peningkatan produktivitas kakao sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai sumber penghidupan masyarakat. Dengan dukungan bibit berkualitas, diharapkan pengembangan kakao di kedua wilayah tersebut dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa proses persiapan pembibitan terus berjalan dengan baik. Saat ini kegiatan masih berada pada tahap pengisian polibag, dengan jumlah polibag yang telah terisi tanah mencapai sekitar 500 ribu bibit atau setengah dari target yang direncanakan. Progres tersebut menunjukkan komitmen dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan kebutuhan bibit dapat terpenuhi sesuai yang diharapkan.
Meski demikian, terdapat tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan, yakni keterbatasan pohon induk kakao yang telah bersertifikasi di wilayah Maluku. Kondisi ini mengharuskan pihak pelaksana mencari sumber bahan tanam dari luar Pulau Maluku guna menjamin mutu genetik bibit yang akan diproduksi. Kendala tersebut menjadi perhatian bersama dalam diskusi yang berlangsung, mengingat kualitas bibit merupakan faktor utama keberhasilan pengembangan kakao di masa mendatang. Dengan sinergi antara BRMP Maluku, pelaksana kegiatan, dan para pemangku kepentingan, program pembibitan kakao ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan sektor kakao dan peningkatan kesejahteraan petani di Maluku.