BRMP Maluku Monitoring Produksi Benih Padi Sawah di Seram Bagian Barat
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku pada tahun 2026 melaksanakan kegiatan produksi benih sumber padi sawah dengan target menghasilkan 10 ton benih pokok. Berdasarkan proyeksi, kebutuhan benih pokok untuk Maluku dengan Indeks Pertanaman (IP) 1,5, kebutuhan mencapai 13,47 ton. Dengan asumsi kebutuhan benih sebesar 40 kg per hektar dari luas baku sawah (LBS) Maluku 17.960 ha, termasuk LBS Seram Bagian Barat 1.059 ha.
Hasil pemantauan Tim Monitoring dan Evaluasi yang diwakilkan oleh Kapoksi Program dan Pengujian, Novendra Cahyo Nugroho pada 5 Juni 2026 menunjukkan bahwa kegiatan produksi berjalan sesuai rencana. Dari lahan produksi seluas 4 ha, sebanyak 2 ha telah dipanen dengan varietas Pajajaran, menghasilkan sekitar 6,3 ton gabah kering panen (GKP) yang akan diproses menjadi benih bersertifikat. Sementara itu, varietas Inpari 42 ditargetkan panen pada pekan kedua Juni untuk memenuhi target produksi.
Produksi benih sumber varietas unggul baru, menjadi faktor strategis dalam mendukung produktivitas lahan. Sebagai gambaran pada tahun 2025 luas panen padi di Maluku meningkat 1,57%, produksi naik 13,93%, dan produktivitas meningkat dari 4,6 ton/ha menjadi 5,19 ton/ha GKP, meskipun masih di bawah rata-rata nasional 6,35 ton/ha.
Lokasi kegiatan di Waimital memiliki sisi historis. Wilayah ini dikenal juga dengan Gemba (Gerakan Masyarakat Baru) yang menjadi representasi semangat gotong royong masyarakat dalam membangun desa dan memperkuat ketahanan pangan. Semangat kebersamaan tersebut kemudian dilanjutkan oleh tokoh pengabdian masyarakat, Kasim Arifin, seorang mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan memilih menetap selama 15 tahun untuk membangun daerah. Beliau berkontribusi dalam pembukaan jalan, pembangunan irigasi, serta pengembangan pertanian masyarakat. Atas dedikasi tersebut, namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di Waimital.