BRMP Maluku Menjadi Narasumber pada Rapat Koordinasi Perencanaan Tahun 2027
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Provinsi Maluku melalui partisipasi aktif pada Rapat Koordinasi Perencanaan Tahun 2027 yang diselenggarakan Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala BRMP Maluku, Gunawan, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Dukungan BRMP Maluku dalam Pengembangan Pertanian di Provinsi Maluku”. Rapat strategis ini dihadiri oleh Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Bappeda Provinsi Maluku, Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, serta seluruh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku.
Dalam pemaparannya, Gunawan menekankan bahwa BRMP Maluku memiliki peran strategis sebagai perwakilan Kementerian Pertanian di daerah sekaligus penanggung jawab dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Menurutnya, penguatan sektor pertanian di Maluku harus dilakukan secara terintegrasi melalui penerapan teknologi modern, peningkatan produktivitas, serta pengembangan potensi pertanian berbasis wilayah kepulauan. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah tantangan geografis dan perubahan iklim.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BRMP Maluku terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB). Untuk komoditas padi, varietas Inpari 42 dan Padjajaran diperkenalkan sebagai solusi peningkatan hasil panen yang adaptif terhadap kondisi lahan di Maluku. Sementara itu, untuk komoditas jagung, varietas Jakarin-1 menjadi salah satu andalan dalam mendukung peningkatan produksi. Selain itu, BRMP Maluku juga mendorong kemandirian benih di wilayah kepulauan agar petani dapat memperoleh benih berkualitas secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Tak hanya fokus pada inovasi teknologi dan benih unggul, BRMP Maluku juga memaparkan capaian positif dalam realisasi Luas Tambah Tanam (LTT). Hingga April 2026, realisasi LTT di Provinsi Maluku telah mencapai 86 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini menunjukkan tingginya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani dalam mendukung percepatan tanam serta peningkatan produksi pangan di Maluku.
Rapat koordinasi berlangsung dinamis dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta rapat. Berbagai masukan, tantangan, serta kebutuhan dari masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Maluku disampaikan secara terbuka sebagai bahan evaluasi dan perencanaan program pertanian tahun 2027. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan guna mewujudkan pertanian Maluku yang modern, maju, mandiri, dan berkelanjutan.